Bismillahirmanirrahmanirrahim...
Aku memandang lamat-lamat layar notebook. Mencoba mencari kesenanganku, bersama teman-teman. Hah... Social media. Jujur, kawan. Aku merasa sangat hampa malam ini. Entah mengapa, mungkin rindu teman-teman asliku. Bukan mereka yang bersembunyi di seberang sana, sibuk 'menyukai' status, sibuk komentar sana-sini, sibuk menyapa 'met malem' atau hal yang tidak penting lainnya.
Kawan, aku rindu!!!
Oh, ya. Dari kejadian malam ini, aku menyimpulkan bahwa tak peduli seberapa banyak temanmu di jejaring sosial, tak penting seberapa banyak 'penggemarmu'. Karena semua itu khayal! Yang terpenting, bagaimana kawan bersosialisasi di kehidupan nyata. Makin banyak kawan, makin lancar rezeki. Kok bisa? Ya, bisalah. Bagaimana tidak? Punya banyak koneksi, perlu ini-itu tinggal minta tolong tanpa rasa sungkan, dan lain-lain yang kawan rasakan manfaatnya.
Eits, tapi pernyataanku tadi bukan berarti memanfaatkan teman, loh ya. Hal-hal itu merupakan buah dari persahabatan yang kita jalin bersama teman kita selama ini. Betul?
Katanya kalau berteman itu jangan pilih-pilih. Tapi, kalau teman kita gak baik bagaimana? Kan ada pepatah bilang : Orang yang berteman dengan pedagang parfum, akan wangi juga. Sedangkan yang berteman dengan pedagang kambing, akan bau kambing juga.
Ya... Kalau masalah 'jangan pilih-pilih teman' itu (mungkin) maksudnya dalam berteman, kawan tidak boleh memandang apakah dia orang kaya, miskin, pintar, kurang pintar, tampan, cantik, wajah kurang sedap, atau apalah itu namanya. Namun, dalam urusan perilaku, kita harus selektif. Kita kan tahu, pergaulan berdampak cukup besar dalam bagaimana sikap kita bertindak. Kebanyakan, 'suka ikut-ikut teman', karena mereka berfikir bahwa itulah cara mereka bersenang-senang. Iya kalau kelakuan mereka positif, kalau sampai negatif, kan bisa-bisa berabe (berantem ama babe). Tapi.... Ada tapinya. Jika semisal kawan berfikir tahan godaan, ingin mengajak teman kawan berjalan di jalan yang semestinya, yo monggo... Bagus, semoga malaikat mencatat amal baik kawan.
Wah... Kawan,
Kalau dibahas satu-satu tentang persahabatan, kayaknya gak akan ada habisnya, deh.
Tapi, sesi curhat sajalah, dariku. Hehehe
Kita bersahabat bukan untuk sehari-dua hari. Namun, untuk selamanya.
Aku mendapatkannya dari sebuah film yang aku lupa judulnya. Hehe, tapi itu bagus sekali maknanya. Intinya, carilah sahabat yang sekiranya cocok dengan kita, yang dapat mengerti kita. Jika kawan telah mendapatkannya, pegang erat tangannya, jangan kau lepaskan dikala dia membutuhkanmu. Jangan pernah mengkhianatinya.
Sahabat adalah cinta. Cinta lahir dari persahabatan. Dari rasa nyaman dekat dengannya. Catat : cinta sejati, bukan pacar. Terkadang, seseorang melupakan sahabatnya bila telah punya pacar. Ia sibuk memikirkan pacarnya, lebih senang membalas pesan singkat pacarnya, hingga sahabatnya merasa risih, jadi 'nyamuk'. Untung saja tidak sampai menghisap darah sejoli itu. Hehe...
Nah, kalau sudah putus? Ia sibuk mencari mana sahabatnya? Sibuk bercerita ini-itu tentang si mantan pacar. Sejatinya, sang sahabat yang lebih sibuk! Sibuk mendengar keluhnya. Sejak saat itu, apakah persahabatan akan seindah dahulu?
Sahabat, jika engkau pergi dengan kesenanganmu sendiri (pacar baru) maka kembalilah dengan penyelesaian masalahmu sendiri (mantan pacar). Jangan membawa-bawa aku! Aku tidak pernah tahu antara kau dan dia.
Teringat sebuah film India (yang aku lupa judulnya) atau Dealova yang mengangkat kisah tentang persahabatan adalah cinta. Tapi, kawan. Terkadang persahabatan itu jauh lebih indah dari cinta. Kehilangan sahabat, sama saja seperti kehilangan cinta. Hampa. Si dia yang tahu betul rahasia-rahasia kita, si dia yang selalu lebih heboh apabila sahabatnya jatuh cinta atau berprstasi, dan juga, si dia yang akan dua kali lipat lebih merasakan sakit yang kita alami. Si dia-si dia-dan si dia. Jadi, bagaimana rasanya jika si dia tiba-tiba menghilang dari hidup kita?
Oh, sahabatku. Jika engkau ingin tahu, aku sangat menyayangimu. Jangan pernah berjalan di belakangku atau di depanku. Tapi, berjalanlah di sampingku...
Alhamdulillah....
"seorang yang disebelahku" (y) dasar Mollusca hahaha
BalasHapus