Rabu, 04 September 2013

Antara Aku, Kau, dan DIA!

Seperti biasa, kawan. Ucapkan "Bismillah" dalam mengawali tulisan.

Siapa yang paling jujur, dapat pahala. Ayo! Jawab.
Semua orang ingin kesempurnaan, bukan?
Siapa saja ingin mendapatkan seorang kekasih hati, bukan?
Dan tiap insan punya keinginan mendapat kekasih yang sempurna...

Hei! Kawan pembaca kenapa cuma angguk-angguk kepala? Bergumam di hati aja, "iya, bener banget!".
Ya, sudah. Gak maksa kok. Dengan penuh ketidak terpaksaan, aku jawab sendiri saja.

YA! Saya mau kekasih yang sempurna itu. Mau! Mau! MAUUU!
Dan pertanyaannya sekarang : Adakah yang dinamakan kekasih yang sempurna?

Sebagian 'punggawa' cinta amatiran berpendapat,
"Tak harus kekasih kita yang sempurna. Namun, bagaimana kita dicintai dan mencintainya dengan sempurna!"
Amazing! Begitu hebatnya remaja sekarang memiliki perasaan suka berlebih pada lawan jenis. Sehingga, mereka banyak memproduksi kata-kata galau dan romantis. Memang bagus. Tapi, jangan sampai terjerat oleh indahnya kekata itu.

Kawan pembaca, ingin kusampaikan sesuatu :

Aku, begitu menginginkan dirimu.
Dan aku juga tahu. Betapa kamu merindukanku.
Tapi, mengapa kau begitu tidak sempurna di mataku?

Bukan, bukan masalah engkau hitam,
atau tidak tinggi,
atau bahkan, satu-dua jerawatmu.
Yang membuat engkau tidak terlalu tampan dan gagah.

Kau, melihatku nanar.
Pergi dengan mengharap cinta pada yang lain.
Engkau kepal kuat jarimu, bergidik "Nantinya kau yang akan menyesal!"

Siapa takut?
Aku akan cari yang lebih sempurna,
lebih kokoh,
lebih tinggi,
lebih tulus,
dan Maha Besar DIA!

Aku sadar, DIA memilihkanku yang terbaik
Dan akan ku lakukan terbaik pula untuk DIA

Di waktu yang tepat, lokasi yang benar, pertemuan akan sempurna
Bersama engkau, engkau yang sejati
Dan dipilih DIA untukku.

Antara aku, kau, dan DIA
DIA yang paling kucinta.
***

Lega, perasaan ini yang kurasa setelah menorehkan satu-dua keluhku. Kawan, intinya adalah seorang pacar, belum tentu jodoh kita. Lelaki yang baik akan mendapat wanita yang baik, dan sebaliknya. Itu hukum Tuhan.
Bolehlah, suka dengan seseorang. Tapi, hendaknya kita tidak terlalu fokus dengan hal itu. Ingat! Syetan akan melakukan apapun agar manusia jadi temannya. Ih, syereeem!
Manusia memang tak ada yang sempurna. Dan kita, tak layak memakai kata 'perfect' untuk mengagumi seseorang. Karena sangat ditekankan, "KESEMPURNAAN HANYALAH MILIK SANG ILAHI".
Maka dari itu, jika menginginkan seorang pendamping hidup yang baik, maka kawan harus melakukan PDKT primer, yaitu pendekatan pada Sang Maha Pemberi Cinta. Karena, hanya DIA yang tahu, kepada siapa tiap individu berjodoh. Dan jodoh, akan membuat cinta kita hidup.

Dan, "Alhamdulillah" karena Allah senantiasa memberi ni'matnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar