Kamis, 25 Desember 2014
Ragam Karakter
Minggu, 21 Desember 2014
Desember Berbisnis
Bismillahirrahmanirrahim...
Syukur alhamdulillah. Setelah sekian bulan vakum menulis blog, akhirnya atas kesadaran dalam diri sendiri, mulai (insyaallah) aktif lagi menulis blog. Yeeeay. Kawan sudah rindu-kah? Ah, ya. Walaupun tidak, setidaknya dengan menulis saya dapat memberitahukan pada kawan jika saya sudah amat rindu menyapa kawan. Apa kabar, kawan? Kabar saya amat baik.
Bulan Desember, seusai melewati masa-masa tegang Ujian Akhir Semester I, sekolah saya heboh berkat acara classmeeting. Namun, bukan hal itu yang menarik.
Mata pelajaran MULOK (Muatan Lokal) kelas XII menuntut siswa membuat produk olahan dari hasil laut (Ikan tongkol, cumi, udang, dan lain-lain) untuk kemudian dijual kepada teman-teman sekolah, juga guru. Jika tidak laku? Boleh saja dijual pada keluarga sendiri, masyarakat umum. Sempat terpikir oleh kami akan dijual di sekitar alun-alun atau lampu merah, namun urung. Karena produk yang kami buat SOLD OUT! Puji syukur, alhamdulillah...
Tentang produk kami,
Diproduksi oleh UD. GARA GARA MULOK (Nama 'perusahaan' yang kami bangun berdelapan). Kami mengolah ikan tongkol menjadi kaki naga, bagi masyarakat kota kecil saya, nama itu amat asing. Sehingga, tiap kami menjelaskannya, banyak teman yang dahinya terlipat, tidak mengerti olahan seperti apa itu. Kami tersenyum bangga, setidaknya mereka penasaran, kemudian berminat untuk mencoba sensasinya.
Percobaan pertama, dengan dibantu oleh ibu dari salah satu teman kami, kami membuatnya sedemikan rupa. Mengabaikan resep. Percaya pada intuisi ibu teman kami. Pasrah saja, karena jujur saja, kami tidak berpengalaman untuk memasak. Karena sebuah kesalahan dari salah satu teman kami yang berlebihan menuangkan susu, alhasil olahan kami mirip seperti rasa roti, aroma khas ikan tongkol hilang. Itulah asal mula kami menamai produk kami SWEET DRAGON FOOT. Sebenarnya, kami agak kecewa, namun hal itu menjadi pelajaran mendatang, saat kami membuatnya secara massal.
H-1 sebelum dipasarkan. Bahan-bahan yang dibutuhkan telah disiapkan sejak H-2. Classmeeting memberi keluwesan bagi siswa untuk memilih, apakah hendak masuk sekolah atau tidak. Tidak akan diabsen, bebas. Berhubung kelas saya masuk babak semifinal pertandingan futsal, beberapa anggota kelompok laki-laki kami memilih 'berjuang' demi kelas. Akan membantu jika pertandingan sudah selesai. Baiklah. Tinggallah kami berempat, mencampur adonan, membentuknya seperti paha ayam pada batang, mengukus. Menyelesaikan loga, membuat saus tomat-nanas. Sudah siang, pukul 11. Laki-laki kelompok kami baru datang. Padahal pekerjaan sudah selesai.
Hari besar! Mulai jam 4 pagi sudah bersiap menggoreng kaki naga itu. Sebelumnya, dilumuri dengan putih telur juga tepung roti kasar, berlapis tiga! Trik pasar, agar produk terlihat penuh berisi. Lintas info, kami menjualnya Rp3.500; isi 2 kaki naga. Untuk olahan semacam itu, harganya termasuk murah. Hari itu tepatnya hari Sabtu, kota mungil saya tengah dilanda hujan besar. Anggota yang hadir baru tiga orang. Kemudian, berdatangan yang lain saat jam mulai menunjuk angka 5.30. Awalnya, kami berencana menjualnya pagi, sekitar pukul 7. Namun, diluar perkiraan. Karena banyak kendala, kami baru menjualnya pukul 9.
30 menit kemudian...
SOLD OUT!
Pelanggan mengatakan, bahwa olahan kamj enak!
Kami bangga, dapat menjual 84 bungkus. Jerih payah kami.
Kami tersadar. Pernah lupa akan banyak hal. Kufur nikmat. Membuang-buang sesuatu yang tidak disuka. Makanan, contohnya. Kami baru tahu, bagaimana susah-payahnya seseorang membuat produk dengan harapan konsumen puas dengan apa yang dibelinya. Tuhan, maafkan kami yang lalai.
Alhamdulillah....