Bismillahirrahmanirrahim...
Halo, kawan-kawan pembaca. Jujur, waktu masih SMP kelas 1, aku kurang mengerti yang namanya 'BLOG'.
"Apa sih?" Selalu itu yang aku tanyakan pada teman-temanku yang memang langganan ke warnet.
Tapi, jawabannya apa? "Tidak tahu juga,"
Selidik punya selidik, bukannya update tekhnologi maupun pengetahuan terkini, mereka malah sibuk main game online. Kebanyakan kalo cewek-cewek peralihan dari SD ini sih, sukanya main game masak-masakan, berdandan, menata ruangan, dan lain-lain. Sssth, aku gitu juga, kok. DULU.
Nah, berhubung sekarang sudah SMA, mengerti bagaimana menggunakan tekhnologi maupun informasi yang semakin mudah di dapat, jadi berubahlah seorang 'aku' yang kudet jadi tidak terlalu kudet. Hehehe.
Blog?
Blog?
Blog?
Menurut pendapatmu?
"BLOG itu, kayak buku tulis. Kita bisa menulis, bahkan mengunggah foto atau video tanpa batas. Sambil menyelam, minum air. Sekalian eksis di dunia maya juga, maksudnya," dengan penuh bangganya, aku mewawancarai diriku sendiri.
Bebas! Asal tidak mengandung SARA dan unsur porno, kita selalu bebas memposting apa saja yang diinginkan. Walaupun banyak juga pengguna yang menyalahgunakannya. Sungguh disayang, kawan. Astaghfirullahal 'adzim... Sudahlah, yang penting kita urus saja diri kita sendiri, usahakan menggunakannya sebaik-baiknya manfaat. Insyaallah dapat barokah dari Yang Maha Pemberi. Amin.
Mungkin di dalam blog ini, aku akan menumpahkan beberapa tetes perasaanku, beberapa sayatan lukaku, beberapa helai ideku, dan mungkin lautanpun tak akan kering jika mendengarkanku menumpahkan 'beberapa-beberapa' itu. Malah tenggorokanku yang kering nantinya.
Oh, ya. Soal judul, "TERBIT DAN TENGGELAM" aku ambil dari nama belakangku, 'Fajriyah', yang artinya fajar, mentari. Dua fenomena alam yang paling ku suka :
Ketika fajar terbit, saat hari masih perawan. Polusi masih enggan mengahmpirinya, kokok ayam bersahut-sahutan, adzan Subuh tak kalah nyaring, menggemparkan bumi dengan lantunannya yang indah. Membuat Dajjal kembali terkerangkeng dalam jeratnya. Membangunkan insan yang lelap.
Ketika langit seakan mendung oleh cahaya lembayung, hewan ternak mulai digiring kembali ke kandangnya, kalau rumahmu di desa sepertiku, sungguh indah. Menjelang maghrib sampai isya', sungguh khusyu' ibadahnya masyarakat sekitar sini. Lantunan ayat Maha Suci terdengar begitu syahdu, membuat hati bergetar dan tentram.
Alhamdulillahirabbil 'alamin...
SELAMAT MEMBACA. SEMOGA BERMANFAAT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar